https://jurnal.stiti-kp.ac.id/index.php/abdikarya/issue/feedJurnal Abdikarya Pembangunan2026-04-01T05:08:38+00:00Arih Merdekasariarihmerdekasari@stiti-kp.ac.idOpen Journal Systems<p><strong>Jurnal Abdikarya Pembangunan </strong>adalah Jurnal pengabdian kepada masyarakat yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian, Publikasi dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M), STIT Islamiyah Karya Pembangunan Paron, Ngawi, Jawa Timur</p>https://jurnal.stiti-kp.ac.id/index.php/abdikarya/article/view/5983Peningkatan Kualitas Bersuci Warga Dukuh Mbedeg Rt 02/ Rw 02 Dusun Pacar Desa Pandean Kecamatan Karanganyar Kabupaten Ngawi Melalui Sosialisasi Dan Pelatihan Thaharah2026-04-01T05:03:23+00:00Ibnu Qomarudincakbenu91@gmail.comLia Andriyaniliaaandriyani@gmail.comMuhammad Ansoriaansontong123@gmail.comAhmad Zainaz177078@gmail.comOrin Amelia Nata Syafika Sariorinamelia1717@gmail.comMuhamad Ali Basorialiibasory@gmail.comArih Merdekasariarihmerdeka@gmail.com<p><strong><em>Thaharah</em></strong><em> or purification is the most fundamental aspect in Islamic teachings and becomes the determinant of the validity of worship. The diverse conditions of the Pandean village community have led to a lack of understanding regarding purification, which is evident from the way they perform ablution (wudhu) before prayer at the mosque. Based on this issue, this community service activity aims to improve the purification quality of the Pandean village community, especially for women, through socialization and <strong>thaharah</strong> training. The method used in this community service activity is ABCD, which focuses on developing assets already possessed by the community. This activity lasted for 5 weeks, from January 21 to February 18, 2025, located at the al-Hidayah mosque in Mbedeg hamlet, RT 02 RW 02, Pandean village, Karanganyar sub-district, Ngawi, and was attended by an audience of 20 local women. The mentoring activities were carried out using socialization techniques, lectures, and practice. The results of this mentoring had a positive impact on the community because, after the mentoring, the community became knowledgeable about good and correct purification practices and procedures.</em></p> <p><strong>Keywords</strong>: <em>Thaharah, Training, Socialization</em></p> <p> </p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p><em>Thaharah </em>atau bersuci adalah hal paling penting dan mendasar dalam ajaran Islam dan menjadi penentu keabsahan suatu ibadah. Kondisi masyarakat Desa Pandean yang beragam menjadikan pemahaman terkait bersuci kurang yang nampak dari cara mereka berwudu ketika akan sholat di masjid. Dari hal tersebut, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas bersuci masyarakat Desa Pandean khususnya bagi ibu-ibu melalui sosialisasi dan pelatihan <em>taharah</em>. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah ABCD yang berfokus pada pengembangan aset yang telah dimiliki oleh masyarakat<em>. </em>Kegiatan ini berlangsung selama 5 minggu yakni mulai tanggal 21 Januari – 18 Februari 2025 yang berlokasikan di masjid al-Hidayah dusun Mbedeg RT 02 RW 02 desa Pandean kecamatan Karanganyar, Ngawi dan diikuti oleh audiens berupa ibu-ibu setempat berjumlah 20 orang. Kegiatan pendampingan dilaksanakan dengan teknik sosialisasi, ceramah dan praktik. Hasil pendampingan ini memberikan dampak positif kepada masyarakat karena setelah pendampingan masyarakat menjadi tahu tentang praktik dan tata cara bersuci yang baik dan benar.</p> <p><strong>Kata Kunci</strong>: <em>Thaharah, Pelatihan, Sosialisasi </em></p>2026-04-01T04:59:07+00:00Copyright (c) 2026 Jurnal Abdikarya Pembangunanhttps://jurnal.stiti-kp.ac.id/index.php/abdikarya/article/view/5977Pelatihan Packaging And Marketing Produk KWT Sekartani Berupa Loncis Singkong Dalam Upaya Menggapai Pasar Global Dengan Produk Lokal Di Dusun Sekarjati2026-04-01T05:08:38+00:00Abdi Faikar Mahshunabdifaikarmahsunskripsi@gmail.comRofi’ Fatullahrofifatullah@gmail.comNoumy Noumynoumy2@gmail.comKuni Uli Shofa kunishofa@gmail.comHabib Al Albani habibbani@gmail.comTaqwim Taqwimtaqwimqawim@gmail.comFakarotul Karimahfakarotulk@gmail.com<p><strong>Abstract:</strong> The Women's Farmers Group in Sekarjati Hamlet, Sekarjati Village, Karanganyar District, Ngawi Regency is a group that houses women who are active in making processed products from local natural resources, including long-leaf cassava chips. However, with modest packaging and marketing that is not widespread and only focuses on orders from local people, the cassava loncis chips product is not well known to the wider public. With packaging and marketing training, it is hoped that we will be able to answer these problems. The methods used are observation, interviews and documentation. The results of the packaging and marketing training are new insights for the Women Farmers Group about packaging such as selecting appropriate packgage and stickers as well as marketing processes such as training on creating Shopee accounts and the sales process.</p> <p><strong>Keywords:</strong> <em>Packaging and Marketing, Training, Women Farmers Group</em></p> <p><strong> </strong></p> <p><strong>Abstract: </strong>Kelompok Wanita Tani Dusun Sekarjati Desa Sekarjati Kecamatan Karanganyar Kabupaten Ngawi adalah kelompok yang menaungi ibu – ibu yang aktif dalam membuat produk – produk olahan dari sumber daya alam lokal diantaranya keripik singkong loncis. Namun dengan packaging seadanya dan marketing yang belum meluas dan hanya terfokus pada pesanan masyarakat sekitar saja membuat produk keripik singkong loncis tersebut kurang di kenal masyarakat luas. Dengan adanya pelatihan packaging dan marketing diharapkan mampu menjawab permasalahan tersebut. Metode yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari pelatihan packaging and marketing adalah wawasan baru terhadap Kelompok Wanita Tani tentang packaging seperti pemilihan packgage dan stiker yang sesuai serta proses marketing seperti pelatihan pembuatan akun shopee dan proses penjualannya.</p> <p><strong>Keyword:</strong> <em>Packaging and Marketing, Pelatihan, Kelompok Wanita Tani</em></p>2026-03-01T05:02:26+00:00Copyright (c) 2026 Jurnal Abdikarya Pembangunanhttps://jurnal.stiti-kp.ac.id/index.php/abdikarya/article/view/5978Keterampilan Tas Anyaman Menuju Kemandirian Merintis Usaha Kecil Melalui Pelatihan Kerajinan Tangan Anyaman Tas di Masa Tunggu Panen di Desa Gembol Kecamatan Karanganyar Kabupaten Ngawi2026-03-01T02:49:26+00:00Ahmad Syaukhi Futakhiahmadsyaukhifutakhi@gmail.comImam Mahkaliimam@gmail.comKamil Fahrurrozikamil@gmail.comUmi Srimiantiumi@gmail.comNur Alfi Khasanahnuralfi@gmail.comAfif Gita Fauzifauziafif689@gmail.comSugihartosugiarto@gmail.com<p>The waiting period for harvest often causes mothers in rural areas whose livelihoods are only from agricullture to experience economic limitations. This community service program aims to provide more empowerment to mothers in Gembol Village through the development of bag weaving skills as a pioneering alternative source of income. The implementation method includes training sessions held at Ibu Mizzah’s House, covering an introduction to raw materials, weaving techniques, and an overview of marketing strategies. The result showed an increase in weaving skills and wider economic opportunities for participants. The discussion emphasized the importance of ongoing assistance. This program concluded that skills development is greatly needed in rural areas, and this program contributes well as an alternative to increasing the househeld economy.</p>2026-02-28T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Jurnal Abdikarya Pembangunanhttps://jurnal.stiti-kp.ac.id/index.php/abdikarya/article/view/5979Peran Pelatihan Hadrah Al-Banjari Dalam Pemberdayaan Masyarakat Khususnya Anak-Anak Tpa Al – Mubarok Dusun/Desa Karanganyar Kecamatan Karanganyar Kabupaten Ngawi2026-03-01T02:48:50+00:00Intan Ayuiayu10868@gmail.comKomari komari@gmail.comTaat Hermawantaathermawan@gmail.comAhmad Bahrul Ilmibahrulilmi@gmail.comLya Veronicaveronica@gmail.comIza Hayyu Larasatihayyu@gmail.comEvita Rosilia DewiClintangsalvia@gmail.com<p>Training in Hadrah Al-Banjari plays a crucial role in empowering communities, particularly cildern in Dusun Karanganyar. Hadrah Al-Banjari is an Islamic cultural art form that embodies religious, cultural, and social values, involving various elements of the community in its execution. This research aims to explore the role of Hadrah Al-Banjari training in empowering cildern in Dusun Karanganyar. The research methodology employed is qualitative with a case study approach. Data were collected through observations, interviews, and documentation. Findings indicate that Hadrah Al-Banjari training has a positive impact on empowering childern in Dusun Karanganyar. This training provides opportunities for childern to acquire new skills, enhance self-confidence, and strengthen solidarity and camaraderie among them. Furthermore, Hadrah Al-Banjari training also provides a space for childern to deepen their knowledge of Islamic religion and culture while promoting values of unity and harmony within the community. Thus, Hadrah Al-Banjari training can be considered an effective strategy in community empowerment efforts, particularly among childern at the RT/06 level in Dusun Karanganyar.</p>2026-02-27T06:19:27+00:00Copyright (c) 2026 Jurnal Abdikarya Pembangunanhttps://jurnal.stiti-kp.ac.id/index.php/abdikarya/article/view/5980Pendampingan Optimalisasi Pelaksanaan Pembelajaran Di Lembaga Tpa Nurul Yaqin Desa Gembol Dusun Watutinatah Kecamatan Karanganyar2026-03-01T02:48:12+00:00Aji Putraajip91139@gmail.comMuhammad Miftahurrifqirifqifortysix@gmail.comIsni Muslihatul Marfu’ah isnimuslyhatul@gmail.comSri Wahyuni maulanaali9088@gmail.comLaikhatul Milla, Laikhmilla@gmail.comSamsudinsamsudinsamsudin231@gmail.com<p>Thematic Community Service Lecture (KKN-T) is part of the Tridharma of higher education, namely carrying out community service, where in its implementation students will learn and work together with the community as their work partners. In this process, in Gembol Village, a religious education institution (TPA) was found to be lacking in optimizing the implementation of learning, this was due to the lack of educators, poorly managed learning administration, and achievement indicators that were not conveyed transparently. Therefore, KKN students took the initiative to move in optimizing the implementation of learning at the Nurul Yaqin TPA, Watutinatah Hamlet, such activities are expected to be able to provide an overview to the leaders of the Institution and the next generation of students so that later learning can run optimally. This mentoring began on January 17, 2025 to February 19, 2025 in Gembol Village, Watutinatah Hamlet, Karanganyar District, Ngawi Regency. The type of method used in this mentoring is interactive by involving students in the learning proces</p>2026-02-27T05:56:55+00:00Copyright (c) 2026 Jurnal Abdikarya Pembangunanhttps://jurnal.stiti-kp.ac.id/index.php/abdikarya/article/view/5939Pendampingan Kultur Literasi Baca Melalui Pengelolaan Pojok Baca di TPA Dusun Nglegok2025-03-01T02:18:45+00:00Tomi Saputratomisaputra@gmail.comHidayatul Rizqonhidatulr@gmail.comNadya Nabilanadyanabila@gmail.comMuftiyatul Fanaaniyahmuftiyatulf@gmail.comKhubbi Nurul Zubaidahkhubbinb@gmail.comRuliana Khasanahrulianakhasanah24@gmail.com<p>Abstrak: Reading literacy culture mentoring is an effort to increase people's interest and ability to read, especially among children. This activity is carried out through the management of a reading corner at the TPA (Qur'anic Learning Center) in Nglegok Hamlet as a fun and sustainable learning facility. This study aims to analyze the role of mentoring in building a reading literacy culture and the effectiveness of the reading corner as an educational medium. The method used is observation and interviews with children and TPA administrators. The results show that regular mentoring can increase children's reading interest, enrich their knowledge, and create a more interactive learning environment. The reading corner serves as an effective tool in fostering early reading habits and raising awareness of the importance of literacy among the Nglegok Hamlet community. </p> <p>Keywords: Assistance, Nglegok Hamlet, reading corner, reading interest, reading literacy culture, TPA</p> <p> </p> <p>Abstrak:Pendampingan kultur literasi baca merupakan upaya untuk meningkatkan minat dan kemampuan membaca masyarakat, khususnya anak-anak. Kegiatan ini dilakukan melalui pengelolaan pojok baca di TPA Dusun Nglegok sebagai sarana pembelajaran yang menyenangkan dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pendampingan dalam membangun budaya literasi baca serta efektivitas pojok baca sebagai media edukasi. Metode yang digunakan adalah observasi dan wawancara dengan anak-anak serta pengelola TPA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendampingan secara rutin mampu meningkatkan minat baca anak-anak, memperkaya wawasan mereka, serta menciptakan lingkungan belajar yang lebih interaktif. Pojok baca menjadi sarana yang efektif dalam menumbuhkan kebiasaan membaca sejak dini dan membangun kesadaran akan pentingnya literasi di kalangan masyarakat Dusun Nglegok. </p> <p>Kata Kunci :Dusun Nglegok, kultur literasi, minat baca, pendampingan, pojok baca, TPA </p>2025-03-01T00:52:30+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Abdikarya Pembangunanhttps://jurnal.stiti-kp.ac.id/index.php/abdikarya/article/view/5940Pendampingan Penyampaian Kitab Ngudi Susilo Dalam Menanamkan Nilai-Nilai Akhlaq Pada Anak2026-02-09T18:48:05+00:00Muhammad Nur Hasan Fadhlihasanfadli@gmail.comSumariyanto Sumariyantosumariyanto@gmail.comHilmi Irfani Fallah hilmiifanif@gmail.comDewa Putra Anggaraputraanggara@gmail.comDewi Eka Kusumawatidewieka@gmail.comArlinda Oka Rahmadhanialinoka@gmail.comRela Mar’atirelamarati01@gmail.com<p><strong>Abstract:</strong> <em>One of the assets in Dusun Teteng is education. There are Madrasah Ibtidaiya and TPA (Qur'anic Learning Center). However, the main issue faced is the lack of politeness among children toward older individuals. Based on this, mentoring for the delivery of the Ngudi Susilo book was conducted at TPA Nurul Iman. Ngudi Susilo is a classic Islamic book (kitab kuning) written by Kiai Bisri Mustofa of Remban, which teaches moral values and ethics for daily life. This community service aims to shapechildrenr in accordance with Islamic teachings.</em> <em>The community service approach uses the ABCD (Asset-Based Community Development) framework, grounded in community assets and empowerment. The service method includes mentoring on Ngudi Susilo's book and the delivery of materials through lectures, discussions, and singing. The media used are the original Ngudi Susilo book (written in Arabic Pegon) and the Ngudi Susilo book translated into Indonesian and Javanese. The results of this mentoring program include TPA teachers gaining knowledge and skills in teaching the Ngudi Susilo book, children understanding the ethical and moral values in the book, and their ability to memorize the material through syi'ir (chanting). The internship in moral and ethical values from the Ngudi Susilo book requires continuous learning, supported by parents, teachers, and the community. </em></p> <p><strong>Keywords:</strong> <em>Children's morals, Mentoring, Ngudi Susilo book</em></p> <p> </p> <p><strong>Abstak:</strong> Salah satu potensi di Dusun Teteng adalah pendidikan. Di sana ada Madrasah Ibtidaiyah dan TPA (Taman Pendidikan Al-Qur'an). Namu, permasalahan yang dihadapi adalah anak yang kurang sopan santun terhadap orang yang lebih tua. Berdasarkan hal tersebut, dilakukan pendampingan pemberian materi kitab Ngudi Susilo di TPA Nurul Iman. Kitab Ngudi susilo adalah salah satu kitab kuning klasik karya Kiai Bisri Mustofa Rembang yang mengajarkan tentang nilai moral dan etika dalam kehidupan sehari-hari. Pengabdian ini bertujuan membentuk akhlak anak yang sesuai dengan ajaran Islam. Pendekatan pengabdian menggunakan pendekatan ABCD yang berbasis pada aset dan pemberdayaan masyarakat. Metode pengabdian berupa pendampingan praktik mengajar kitab Ngudi Susilo, penyampaian materi dengan ceramah, diskusi, dan bernyanyi. Media yang digunakan adalah kitab Ngudi Susilo asli (Arab Pegon) dan buku Ngudi Susilo terjemahan Indonesia dan Jawa. Hasil pendampingan ini adalah guru TPA mendapatkan pengetahuan dan kemampuan dalam mengajar materi kitab Ngudi Susilo; anak-anak mengetahui dan memahami nilai etika dan moral yang ada di kitab tersebut serta dapat menghafal materi tersebut secara <em>syi'ir</em> (melagukannya). Internalisasi nilai dan etika yang diiringi Ngudi Susilo memerlukan pembelajaran berkelanjutan dengan dukungan dari orang tua, guru, dan masyarakat.</p> <p><strong>Keywords:</strong> Akhlak Anak, Kitab Ngudi Susilo, Pendampingan</p>2025-03-01T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Abdikarya Pembangunanhttps://jurnal.stiti-kp.ac.id/index.php/abdikarya/article/view/5925Pendampingan Pelaksanaan Program Pencegahan Bullying Di SDN Pacing 1 Padas Ngawi2025-02-28T04:02:00+00:00Rosyid Nur Syaifudinnursyaifudinrosyid1@gmail.comOni Handoko nursyaifudinrosyid@gmail.comArinda Okhi Prasakti nursyaifudinrosyid@gmail.comSiti Zaenabnursyaifudinrosyid@gmail.comSamsul Hadinursyaifudinrosyid@gmail.com<p>Abstract: The occurrence of bullying cases in Ngawi has encouraged various parties to make an appeal to carry out bullying prevention activities. SDN 1 Pacing Padas Ngawi is facilitated by a community service team to implement a bullying prevention program through the ABCD approach. This program uses various methods and learning media to optimize student learning outcomes in increasing knowledge and practice in implementing bullying prevention strategies. The discussion method is useful for training students to express their opinions so as to encourage them to communicate assertively with others. The demonstration method provides students with the experience to dare to show bullying behavior that is known or experienced with others to obtain an evaluation so that their actions against bullying incidents in the future will be better. As a result, there was an increase in students' knowledge about bullying. Efforts to sustain the program can be carried out by compiling and implementing a bullying prevention program between the school and the school committee.<br>Keywords: Pencegahan bullying, Siswa, Pembelajaran</p> <p>Abstract: Terjadinya kasus bullying di Ngawi, mendorong berbagai pihak melakukan himbauan untuk melakukan kegiatan pencegahan bullying. SDN 1 Pacing Padas Ngawi difasilitasi tim pengabdi melaksanakan program pencegahan bullying melalui pendekatan ABCD. Program ini meggunakan berbagai metode dan media pembelajaran untuk mengoptimalkan hasil belajar siswa dalam menambah pengetahuan dan latihan penerapan strategi pencegahan bullying. Metode diskusi bermanfaat untuk melatih siswa berpendapat shingga mendorongnya berkomunikasi secara asertif dengan orang lain. Metode demonstrasi memberikan pengalaman siswa untuk berani menunjukkan perilaku bullying yang diketahui atau dialami dengan orang lain untuk memperoleh evaluasi sehingga tindakannya terhadap kejadian bullying dimasa depan akan lebih baik. Hasilnya, terjadi penambahan pengetahuan siswa tentang bullying. Upaya keberlanjutan program dapat dilakukan dengan melakukan penyusunan dan pelaksanaan program pencegahan bullying antara sekolah dengan komite sekolah. <br>Keywords: bullying prevention, learning, students</p> <p> </p>2025-02-28T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Abdikarya Pembangunanhttps://jurnal.stiti-kp.ac.id/index.php/abdikarya/article/view/5928Pelatihan Pembuatan Silase Pakan Ternak Sebagai Upaya Pemberdayaan Masyarakat dan Optimalisasi Produktivitas Peternakan di Desa Kenongorejo, Kecamatan Bringin, Kabupaten Ngawi2025-03-12T06:11:13+00:00Bentot Safi’i Faisalbentotsafii30@gmail.comImroatul Khasanahfiqolbi02@gmail.comI’anatul Mafthukahanna.maftukah14@gmail.comAhmad Ridho Maulanaportgasrido@gmail.comHeri Sujiyantoheri.sujiyanto@gmail.com<p><strong>Abstract:</strong><em>.</em><em>This study aims to describe the process of making animal feed silage in Kenongorejo Village, Bringin using the ABCD method. Kenongorejo village was chosen as the research location because most of the population depends on the agricultural sector, especially in the cultivation of corn as animal feed. The results show that farmers in Kenongorejo Village can improve their skills in making animal feed silage by implementing the steps required in the silage-making process, starting from the preparation of forage materials, chopping using a cooper machine, mixing with additional ingredients, to the fermentation process and storage. This is expected to have a positive impact on improving the quality of animal feed, livestock productivity, and the economic welfare of farmers in Kenongorejo Village. This research makes an important contribution to efforts to increase the potential of the agricultural sector, especially in the management of animal feed in rural areas.</em></p> <p><strong>Keywords:</strong> Training, Animal Feed Silage, Productivity</p> <p><strong>Abstrak:</strong> Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan proses pembuatan silase pakan ternak di Desa Kenongorejo, Bringin menggunakan metode ABCD. Desa Kenongorejo dipilih sebagai lokasi penelitian karena sebagian besar penduduknya menggantungkan hidup dari sektor pertanian, khususnya dalam budidaya jagung sebagai pakan ternak. Hasil penelitian menunjukkan petani di Desa Kenongorejo dapat meningkatkan keterampilan mereka dalam pembuatan silase pakan ternak dengan mengimplementasikan langkah-langkah yang diperlukan dalam proses pembuatan silase, mulai dari persiapan bahan hijauan, pencacahan menggunakan mesin cooper, pencampuran dengan bahan tambahan, hingga proses fermentasi dan penyimpanan. Hal ini diharapkan dapat berdampak positif pada peningkatan kualitas pakan ternak, produktivitas peternakan, serta kesejahteraan ekonomi petani di Desa Kenongorejo. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam upaya meningkatkan potensi sektor pertanian, khususnya dalam pengelolaan pakan ternak di wilayah pedesaan.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Pelatihan, Silase Pakan Ternak, Produktivitas</p>2025-02-26T03:27:40+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Abdikarya Pembangunanhttps://jurnal.stiti-kp.ac.id/index.php/abdikarya/article/view/5927Pemberdayaan Masyarakat Melalui Sosialisasi Budidaya Jangkrik Sebagai Alternatif Ekonomi Mandiri Di Desa Rejomulyo, Karangjati, Ngawi2025-02-27T20:58:24+00:00Binti Nafiatul Maulidahbintinafiatul@gmail.comBayu Irawanbayuirawan@gmail.comHadi Musyafak hadimusyafak@gmail.comNur Laila Fatkhiyatasaniah nurlailafath@gmail.comSugiharto Sugihartosugiharto@gmail.com<p><strong>Abstract:</strong> Cricket cultivation is a potential independent economic alternative for the people of Rejomulyo Village, Karangjati District, Ngawi Regency. This service uses the Asset-Based Community Development (ABCD) approach to explore the local potential that can be optimized in the development of cricket cultivation businesses. The results showed that the community has assets in the form of supportive natural resources, such as a suitable environment for cricket cultivation, as well as human resources that have a high entrepreneurial spirit. In addition, social networks and existing farmer communities are supporting factors in sharing knowledge and experience. Cricket farming has proven to have a significant economic impact, especially in increasing community income with relatively small capital and low-risk levels. However, some obstacles are still faced, such as fluctuations in selling prices and limited market access. With the ABCD approach, local potential can be maximized through socialization, training, mentoring, and strengthening marketing networks, so that cricket farming can develop sustainably and become a more stable source of livelihood for the village community.</p> <p><strong>Keywords</strong>: <em>Cicada Farming,</em> <em>Self-Sustaining Economy, Asset-Based Community Development</em></p> <p><strong>Abstract</strong>: Budidaya jangkrik menjadi alternatif ekonomi mandiri yang potensial bagi masyarakat Desa Rejomulyo, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi. Pengabdian ini menggunakan pendekatan <em>Asset-Based Community Development</em> (ABCD) untuk menggali potensi lokal yang dapat dioptimalkan dalam pengembangan usaha budidaya jangkrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat memiliki aset berupa sumber daya alam yang mendukung, seperti lingkungan yang cocok untuk budidaya jangkrik, serta sumber daya manusia yang memiliki semangat kewirausahaan tinggi. Selain itu, jejaring sosial dan komunitas peternak yang ada menjadi faktor pendukung dalam berbagi pengetahuan dan pengalaman. Budidaya jangkrik terbukti memberikan dampak ekonomi yang signifikan, terutama dalam meningkatkan pendapatan masyarakat dengan modal yang relatif kecil dan tingkat risiko yang rendah. Namun, beberapa kendala masih dihadapi, seperti fluktuasi harga jual dan keterbatasan akses pasar. Dengan pendekatan ABCD, potensi lokal dapat dimaksimalkan melalui sosiolisasi, pelatihan, pendampingan, serta penguatan jaringan pemasaran, sehingga usaha budidaya jangkrik dapat berkembang secara berkelanjutan dan menjadi sumber penghidupan yang lebih stabil bagi masyarakat desa.</p> <p><strong>Keywords :</strong><em> Budidaya Jangkrik, </em><em>Ekonomi Mandiri, Asset-Based Community Development</em></p>2025-02-23T18:06:07+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Abdikarya Pembangunanhttps://jurnal.stiti-kp.ac.id/index.php/abdikarya/article/view/5876Pemberdayaan Masyarakat Melalui Gerakan Subuh Berkah Pada Shalat Subuh Berjamaah di Masjid Miftakhul Ulya Rejomulyo Kecamatan Karangjati Ngawi2024-11-12T04:23:42+00:00Muhammad Rifangim.rifangi@gmail.comAdi Rahmanadirahman@gmail.comRinda Ayu Ignatyandaririndaayu@gmail.comIka Yunistriaikayunistria93@gmail.comJoko Purnomojokopurnomo@gmail.com<p><strong>Abstract:</strong> The Subuh Berkah Movement is an initiative that aims to mobilize the community to be more active in performing morning prayers in congregation at the Miftakhul Ulya Mosque, Rejomulyo Village, Karangjati District, Ngawi. The program is designed to increase religious awareness, strengthen social solidarity, and build togetherness within the community. The movement encourages community participation in consistently performing morning prayers in the congregation. Through the <em>Asset-Based Community Development</em> (ABCD) approach, the movement utilizes spiritual potential as a key asset to strengthen social ties among congregants. This research shows that the Subuh Berkah Movement not only has a spiritual impact but also empowers the community socially and economically, making the mosque a center for sustainable community empowerment.</p> <p><strong>Keywords</strong>: Community Empowerment, Subuh Berkah Movement, Fajr Prayer in Congregation</p> <p> </p> <p><strong>Abstract:</strong> Gerakan Subuh Berkah adalah inisiatif yang bertujuan untuk menggerakkan masyarakat agar lebih giat melaksanakan shalat subuh berjamaah di Masjid Miftakhul Ulya, Desa Rejomulyo, Kecamatan Karangjati, Ngawi. Program ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran religius, memperkuat solidaritas sosial, dan membangun kebersamaan dalam komunitas. Gerakan ini mendorong partisipasi masyarakat dalam melaksanakan shalat subuh berjamaah secara konsisten. Melalui pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD), gerakan ini memanfaatkan potensi spiritual sebagai aset utama untuk memperkuat ikatan sosial di antara jamaah. Penelitian ini menunjukkan bahwa Gerakan Subuh Berkah tidak hanya memberikan dampak spiritual, tetapi juga memberdayakan warga dari segi sosial dan ekonomi, menjadikan masjid sebagai pusat pemberdayaan komunitas yang berkelanjutan.</p> <p><strong>Keywords:</strong> Pemberdayaan Masyarakat, Gerakan Subuh Berkah, Shalat Subuh Berjamaah</p>2024-11-12T04:17:42+00:00Copyright (c) 2024 Jurnal Abdikarya Pembangunanhttps://jurnal.stiti-kp.ac.id/index.php/abdikarya/article/view/5658Peningkatan Kepedulian Lingkungan Siswa Kelas 5 MI Islamiyah Balong Melalui Edukasi Pengelolaan Sampah 2024-10-04T23:13:49+00:00Janna 'AlawiyahJannahalawiyaha@gmail.comSofi Wiranta Padurisofiwiranta@gmail.comMuhammad Imam Solihmuhimamsholih@gmail.comWaladun Nur Ilhamwaladunnurilham@gmai.comFakarotul Karimahrimakarimah@gmail.com<p><strong>Abstract:</strong> This research aims to provide education about waste management to increase environmental awareness for grade 5 students at MI Islamiyah Balong. This research was conducted using the PAR method. The research sample consisted of 34 grade 5 students selected randomly. Data were analyzed using quantitative descriptive analysis. The research results show that sound waste management education can increase students' environmental awareness. There was a significant improvement in student behaviour after receiving education about waste management: (1) increased students knowledge about the importance of managing waste, (2) students can create a minimalist waste bank independently at school, and (3) students can preserve and utilize the land around the school as a family medicinal plant garden (Taman Toga)</p> <p><strong>Keywords</strong>: Environmental Concern, Education, Waste Management</p> <p><strong>Abstract:</strong> Penelitian ini bertujuan memberikan edukasi tentang pengelolaan sampah untuk meningkatkan kepedulian lingkungan terhadap siswa kelas 5 MI Islamiyah Balong. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode PAR. Sampel penelitian terdiri dari 34 siswa kelas 5 yang dipilih secara acak. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa edukasi pengelolaan sampah yang baik dapat meningkatkan kepedulian lingkungan siswa. Terdapat peningkatan yang signifikan dalam perilaku siswa setelah mendapat edukasi tentang pengelolaan sampah; (1) bertambahnya pengetahuan siswa tentang pentingnya mengelola sampah, (2) siswa dapat membuat bank sampah minimalis secara mandiri di sekolah, serta (3) siswa dapat melestarikan dan memanfaatkan lahan di sekitar sekolah sebagai taman tanaman obat keluarga (Taman Toga)</p> <p><strong>Keywords</strong>: Kepedulian Lingkungan, Edukasi, Pengelolaan Sampah</p>2024-10-04T22:05:26+00:00Copyright (c) 2024 Jurnal Abdikarya Pembangunanhttps://jurnal.stiti-kp.ac.id/index.php/abdikarya/article/view/5653Pembinaan Manfaat Tanaman Obat Keluarga Untuk Kesehatan Berdasar Al-Qur’an Pada Santri Madrasah Diniyah Nurul Huda 2024-10-04T17:58:36+00:00Latifatus sufiyahlatifatus@gmail.comMaya Wahyu Wijayantiomaya9162@gmail.comMakno Wahyu Jajar Paningalmaknowahyu@gmail.comFebri Andika Nugrohofebriandika@gmail.comAziz Fathul Hasanazizfathul@gmail.comEvita Rosilia Dewievitarosi@gmail.com<p><strong>Abstract: </strong>The use of natural ingredients in medicine and health care is also examined for the efficacy of the drugs used. One of the steps that can be taken to develop traditional medicine in Indonesia is to study natural ingredients mentioned in the Qur'an and Hadith such as dates, black cumin, honey, olives, ginger and other natural ingredients. This natural ingredient needs to be developed as a traditional medicine for health. The natural materials contained in the Al-Qur'an and Hadith, some of which are natural materials which are mostly owned by Indonesia for the benefit of the people who are widespread in Indonesia. The methods used in this service are lectures, discussions, quizzes, and short questions and answers. This knowledge was given to madrasah madrasah students Nurul Huda in Gerih Village. This activity was carried out by STIT Islamiyah KKN-BR students from Paron Ngawi Development. This activity is a community service activity to develop the potential possessed in the area. This research uses a type of qualitative research with descriptive methods.</p> <p><strong>Keywords: </strong>Benefits of Family Medicinal Plants, Al-Qur'an, Health<strong>.</strong></p> <p><strong>Abstrak: </strong>Penggunaan bahan alami dalam pengobatan dan perawatan kesehatan juga di teliti untuk khasiat obat yang digunakan. Salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk mengembangkan obat tradisional di Indonesia adalah mempelajari bahan-bahan alami yang disebutkan dalam Al-Qur’an dan Hadits seperti kurma, jintan hitam, madu, zaitun, jahe dan bahan alami lainnya. Bahan alami ini perlu dikembangkan sebagai obat tradisional untuk kesehatan. Bahan alam yang terkandung dalam Al-Qur'an dan Hadits beberapa diantaranya merupakan bahan alam yang sebagian besar dimiliki oleh Indonesia untuk dimanfaatkan masyarakat yang tersebar luas di Indonesia. Metode yang dilakukan dalam pengabdian ini adalah ceramah,diskusi, kuis, dan tanya jawab singkat. Pengetahuan ini di berikan kepada santri madrasah diniyah Nurul Huda di Desa Gerih. Kegiatan ini dilakukan oleh mahasiswa KKN-BR STIT Islamiyah Karya Pembangunan Paron Ngawi. Kegiatan ini merupakan kegiatan pengabdian masyarakat untuk mengembangkan potensi yang dimiliki di daerah tersebut. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode deskriptif.</p> <p><strong>Keywords: </strong>Manfaat Tanaman Obat Keluarga, Al-Qur'an, Kesehatan</p> <p> </p>2024-10-04T17:31:54+00:00Copyright (c) 2024 Jurnal Abdikarya Pembangunanhttps://jurnal.stiti-kp.ac.id/index.php/abdikarya/article/view/5721Program Kaleng Sedekah Lansia Upaya Optimalisasi Kesejahteraan Masyarakat Lansia di Desa Rejomulyo Kecamatan Karangajati Kabupaten Ngawi2024-09-24T18:31:47+00:00Leni Dariyanalenidariyana04@gmail.comHusna Kurniatihusnakurnia@gmail.comSayet Dumadisayett@gmail.comTutik Erna Widyawatitutikerna@gmail.comAzizunnisak Hidayati Wahyunaazizi@gmail.com<p><strong>Abstract: </strong>Community service through the Kaleng Sedekah Lansia program aims to optimize the welfare of older people in Rejomulyo village, Karangjati district, Ngawi regency, using the Asset-Based Community Development (ABCD) method. The ABCD method uses local potential and community assets such as human resources, infrastructure, and social networks to create positive change autonomously and sustainably. The program is implemented by collecting cash donations in alms boxes at various strategic locations. The results of this program have positively impacted the welfare of older people in Rejomulyo Village by providing them with assistance to meet their daily needs. In addition, it has raised the community's concern and awareness of the importance of supporting older people, and it has the potential to be continued by youth organizations.</p> <p><strong>Keywords: </strong>Elderly Alms Cans, Elderly Welfare, ABCD</p> <p><strong>Abstrak: </strong>Pengabdian kepada masyarakat melalui Program Kaleng Sedekah Lansia bertujuan untuk mengoptimalkan kesejahteraan lansia di Desa Rejomulyo, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi, dengan menggunakan metode <em>Asset-Based Community Development</em> (ABCD). Metode ABCD memanfaatkan potensi lokal dan aset yang dimiliki masyarakat, seperti sumber daya manusia, infrastruktur, dan jejaring sosial, untuk menciptakan perubahan positif secara mandiri dan berkelanjutan. Program ini dilaksanakan dengan cara mengumpulkan donasi berupa uang tunai yang dikumpulkan di kaleng-kaleng sedekah yang ditempatkan di berbagai lokasi strategis. Hasil dari program ini telah memberikan dampak positif bagi kesejahteraan lansia di Desa Rejomulyo dengan memberikan bantuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka. Selain itu, program ini telah meningkatkan kepedulian dan kesadaran masyarakat akan pentingnya menyantuni para lansia, serta berpotensi untuk dilanjutkan oleh Karang Taruna.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Kaleng Sedekah Lansia, Kesejahteraan Lansia, ABCD</p>2024-09-24T00:00:00+00:00Copyright (c) 2024 Jurnal Abdikarya Pembangunanhttps://jurnal.stiti-kp.ac.id/index.php/abdikarya/article/view/5668Pendampingan Proses Pembelajaran Ilmu Nahwu Melalui Metode Al-Miftah lil Ulum Di Desa Purwoasri2024-09-15T11:01:38+00:00Nur Jannah2125028301@inaifas.ac.idMuhammad Anis2125028301@inaifas.ac.idImam Hadhori2125028301@inaifas.ac.idAli Ridho2125028301@inaifas.ac.idNaning Puji Astutik2125028301@inaifas.ac.id<p><strong>Abstract:</strong> Parents in Purwoasri village have a tendency to choose Islamic boarding schools as a continuation of their children's schools because they are considered capable of producing a generation with a religious character. At Islamic boarding schools, students will study various branches of knowledge through the Yellow Book, the process of understanding which requires learning the science of Nahwu. This research-based community service uses the Empowerment-Based Research Approach which aims to increase children's understanding of nahwu science at the Bustanul Ulum mosque, Sambileren Hamlet, Purwoasri Village, Gumukmas District through the application of the Al-Miftah lil Ulum method. The success of accompanying activities in the learning process of nahwu science through the Al-Miftah lil Ulum method includes increasing students' understanding of the basic concepts of nahwu science, increasing the ability to apply Arabic grammar rules in forming sentences, as well as increasing skills in analyzing and parsing Arabic sentence structures. The use of this method provides an interactive and interesting learning atmosphere for students, thereby motivating them to learn. The follow-up that can be taken is by expanding the use of the Al-Miftah lil Ulum method in learning nahwu science at various levels of education and integrating it into the formal curriculum. Furthermore, further service activities can be carried out in the form of training for teachers so that they can implement the Al-Miftah lil Ulum method effectively in learning.</p> <p> </p> <p><strong>Keywords:</strong> <em>Al-Miftah lil Ulum Method , Mentoring, Nahwu Scienceg, </em></p> <p><strong> </strong></p> <p><strong>Abstrak:</strong> Para Orang tua di desa Purwoasri memiliki kecenderungan memilih pesantren sebagai kelanjutan sekolah putra-putrinya karena dianggap mampu mencetak generasi yang berkarakter agamis. Di Pesantren, para santri akan mempelajari berbagai cabang ilmu melalui kitab kuning yang proses pemahamannya memerlukan pembelajaran ilmu nahwu. Pengabdian kepada masyarakat berbasis riset ini menggunakan Pendekatan Empowerment-Based Research (Pemberdayaan Berbasis Riset) yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman ilmu nahwu anak-anak di masjid Bustanul Ulum Dusun Sambileren Desa Purwoasri Kecamatan Gumukmas melalui penerapan metode Al-Miftah lil Ulum. Keberhasilan kegiatan pendampingan proses pembelajaran ilmu nahwu melalui metode Al-Miftah lil Ulum meliputi peningkatan pemahaman siswa terhadap konsep-konsep dasar ilmu nahwu, peningkatan kemampuan menerapkan aturan-aturan tata bahasa Arab dalam pembentukan kalimat, serta peningkatan keterampilan dalam menganalisis dan mengurai struktur kalimat Arab. Penggunaan metode ini memberikan suasana pembelajaran yang interaktif dan menarik bagi siswa, sehingga memotivasi mereka untuk belajar. Tindak lanjut yang dapat dilakukan yaitu dengan memperluas penggunaan metode Al-Miftah lil Ulum dalam pembelajaran ilmu nahwu di berbagai tingkatan pendidikan dan mengintegrasikannya ke dalam kurikulum formal. Selanjtnya dapat dilakukan kegiatan pengabdian lanjutan berupa pelatihan untuk guru-guru agar dapat mengimplementasikan metode <em>Al-Miftah lil Ulum</em> secara efektif dalam pembelajaran.</p> <p><strong> </strong></p> <p><strong>Keywords:</strong> Nahwu, Metode Al-Miftah lil Ulum, Pendampingan.</p> <p> </p>2024-09-15T10:52:22+00:00Copyright (c) 2024 Jurnal Abdikarya Pembangunanhttps://jurnal.stiti-kp.ac.id/index.php/abdikarya/article/view/5667 Pelatihan Teknologi Dan Aplikasi Cyber Prima Untuk Pemberdayaan Remaja Masjid Di Sangkapura2024-09-15T11:03:05+00:00Muwafiqus Shobridosensukses@gmail.com<p><strong>Abstract:</strong> The community service project titled "Graphic Design Training, Video Editing, and Cyber PRIMA Application Socialization" at Istiqomah Patarselamat Mosque, Sangkapura, was initiated in response to the need of the Youth Mosque Committees across Sangkapura District to enhance their technological skills to better manage mosque activities. The issues faced included a lack of knowledge and skills in graphic design, video editing, and data management using technology applications. This project became increasingly urgent considering the growing importance of technology in supporting religious and social activities in the mosque. The project employed the Service Learning (SL) method, which combines academic learning with community service through intensive training and active participation. The results showed a 70% increase in participants' technological competencies based on pre-test and post-test comparisons, covering graphic design, video editing, and the use of the Cyber PRIMA application. Moreover, this project successfully transformed participants' attitudes, making them more positive and proactive in utilizing technology for mosque activities. For the program's sustainability, it is recommended that follow-up training and continuous support from relevant stakeholders be provided.</p> <p><strong>Keywords:</strong> Graphic Design, Video Editing, Cyber PRIMA Application</p> <p> </p> <p><strong>Abstrak:</strong> Pengabdian kepada masyarakat dengan tema "Pelatihan Desain Grafis, Editing Video, dan Sosialisasi Aplikasi Cyber PRIMA" di Masjid Istiqomah Patarselamat Sangkapura dilatarbelakangi oleh kebutuhan pengurus Remaja Masjid se Kecamatan Sangkapura untuk meningkatkan keterampilan teknologi guna mendukung pengelolaan kegiatan masjid. Masalah yang dihadapi adalah kurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam desain grafis, editing video, dan manajemen data menggunakan aplikasi teknologi. Pengabdian ini menjadi sangat mendesak mengingat peran teknologi yang semakin penting dalam mendukung aktivitas keagamaan dan sosial di masjid. Pengabdian ini menggunakan metode Service Learning (SL), yang menggabungkan pembelajaran akademik dengan layanan masyarakat melalui pelatihan intensif dan partisipasi aktif. Hasilnya, terjadi peningkatan kompetensi teknologi peserta sebesar 70% berdasarkan perbandingan pre-test dan post-test, yang mencakup desain grafis, editing video, dan penggunaan aplikasi Cyber PRIMA. Selain itu, pengabdian ini berhasil mengubah sikap peserta menjadi lebih positif dan proaktif dalam memanfaatkan teknologi untuk kegiatan masjid. Untuk keberlanjutan program, disarankan adanya pelatihan lanjutan dan dukungan berkelanjutan dari pihak terkait.</p> <p><strong>Kata kunci:</strong> Desain Grafis, Editing Video, Aplikasi Cyber PRIMA</p>2024-09-15T10:33:12+00:00Copyright (c) 2024 Jurnal Abdikarya Pembangunanhttps://jurnal.stiti-kp.ac.id/index.php/abdikarya/article/view/5666Pelatihan Pembuatan Kunyit Instan Pada Ibu-Ibu Petani Jagung Di Dusun Pule Desa Kenongorejo Kecamatan Bringin2024-09-15T11:20:40+00:00Endah Anggrainiendahaffandi2112@gmail.comLutfiyatussolikhahendahaffandi@gmail.comErni Yuliatunendahaffandi@gmail.comRizkhi Ferdiansahendahaffandi@gmail.comEvita Rosilia Dewiendahaffandi@gmail.com<p><strong>Abstract:</strong> Corn farming communities in Kenongorejo village need additional economic activities that can increase income. The selection of turmeric is based on asset analysis that shows the abundance of turmeric resources available on the land of Kenongorejo villagers. In addition, it also empowers mothers as the main drivers in improving the quality of health and family income. Community service activities use the ABCD approach that prioritizes community empowerment by utilizing existing assets. Training in making turmeric powder products for corn farming mothers in Pule hamlet, Kenongorejo village, Karangjati sub-district showed an increase in knowledge about the benefits of turmeric, as well as skills in making turmeric powder products and how to package the products when they are going to be sold. The training also provides social support for mothers to carry out healthy behaviors by consuming turmeric for family health. Further community service activities should provide assistance in the fields of marketing and product development so that the real impact on increasing community finances can be analyzed.</p> <p> </p> <p><strong>Keywords: </strong><em>Corn Farmer, Instan Turmeric, Training, </em></p> <p> </p> <p><strong>Abstract:</strong> Masyarakat petani jagung di desa Kenongorejo memerlukan tambahan kegiatanekonomi yang dapat menambah penghasilan. Pemilihan kunyit berdasarkan analisis aset yang menunjukkan keberlimpahan sumberdaya kunyit yang tersedia di lahan warga desa Kenongorejo.selain itu juga memberdayakan kaum ibu sebagai penggerak utama dalam peningkatan kualitas kesehatan dan penghasilan keluarga.Kegiatan pengabdian masyarakat menggunakan pendekatan ABCD yang mengutamakan pemberdayaan masyarakat dengan memanfaatkan aset yang dimiliki. Pelatihan pembuatan produk bubuk kunyit pada Ibu-ibu petani jagung di dusun Pule desa Kenongorejo kecamatan Karangjati menunjukkan adanya penambahan pengetahuan tentang manfaat kunyit , skill membuat produk kunyit instan, serta cara melakukan pengemasan ketika produk akan dijual. Pelatihan juga memberikan dukungan sosial pada ibu untuk melakukan perilaku sehat mengkonsumsi kunyit bagi kesehatan keluarga. Kegiatan pengabdian selanjutnya hendaknya melakukan pendampingan dalam bidang pemasaran dan pengembangan produk supaya bisa dianalisis dampak nyata bagi penambahan finasial masyarakat.</p> <p> </p> <p><strong>Keywords:</strong> Kunyit Instan, Petani Jagung, Pelatihan</p> <p> </p> <p> </p>2024-09-15T10:27:25+00:00Copyright (c) 2024 Jurnal Abdikarya Pembangunanhttps://jurnal.stiti-kp.ac.id/index.php/abdikarya/article/view/5661 Peningkatan Skill Hadrah Al-Banjari Melalui Pelatihan Hadrah Pada Ibu-Ibu Rt/06 Masjid Miftakkhul Jannah Desa Pacing Kecamatan Padas Kabupaten Ngawi2024-09-15T11:18:27+00:00Surya Prasetiasuryaprasetia@gmail.comKrisna Budi Utomosuryaprasetia@gmail.comUmi Fadilatul M suryaprasetia@gmail.comLailiyatul Msuryaprasetia@gmail.comArih Merdekasarisuryaprasetia@gmail.com<p><strong>Abstract:</strong> Hadrah Al-Banjari art activities can increase the enthusiasm of the community in carrying out religious activities. Mothers play an important role in the process of preaching to the community and their families. The hadrah group in Pacing village needs experts to assist in improving hadrah skills. The service uses the ABCD approach. The servant facilitates the mothers of RT. 06 hadrah group of Miftahul Jannah Mosque, Pacing village to improve their hadrah skills. The mothers mobilize themselves with the service group to create hadrah training activities. The training activities are designed by considering the experience and initial skill abilities of the hadrah members. In addition, the implementation of the training is also arranged according to the availability of time for members and supporting facilities for training. The delivery of materials and practices in stages includes hadrah game theory, discussion of Islamic hadrah values, creativity and performances. The results all members stated that there was an increase in hadrah skills and were interested in further training. Suggestions for the village government to facilitate the implementation of further training. For the next servant is to continue hadrah training with advanced skills so that they can improve hadrah skills according to the expectations of the members of the hadrah group RT 6 Miftakhul Jannah Mosque.Training in Hadrah Al-Banjari plays a crucial role in empowering communities, particularly mothers in RT/06 Desa Pacing.</p> <p><strong>Keywords:</strong> <em>Hadrahal-banjari, Training, Women of RT 06 Pacing Village</em></p> <p><strong>Abstrak</strong>: Kegiatan seni hadrah Al-Banjari dapat meningkatkan semangat masyarakat dalam melakukan kegiatan keagamaan. Para ibu memegang peran penting dalam proses dakwah pada kaum dan keluarganya. Kelompok hadrah ibu-ibu Rt. 06 di desa pacing membutuhkan tenaga ahli untuk mendampingi peningkatan skill hadrah. Pengabdian menggunakan pendekatan ABCD. Pengabdi memfasilitasi ibu-ibu Rt. 06 kelompok hadrah Masjid Miftahul Jannah desa Pacing untuk meningkatkan skill hadrah. Para ibu-ibu memobilisasi dirinya dengan kelompok pengabdi untuk membuat kegiatan pelatihan hadrah. Kegiatan pelatihan didesaian memperhatikan pengalaman dan kemampuan skill awal anggota hadrah. Selain itu, pelaksanaan pelatihan juga diatur sesuai dengan ketersediaan waktu anggota dan sarana penunjang latihan. Penyampaian materi dan praktek secara bertahap mencakup teori permainan hadrah, diskusi nilai islami hadrah, kreativitas dan pertunjukan. Hasilnya semua anggota menyatakan ada peningkatan skill hadrah dan berminat pada pelatihan lanjutan. Saran bagi pemerintah desa memfasilitasi pelaksanaan pelatiha lanjutan. Bagi pengabdi selanjutnya adalah meneruskan pelatihan hadrah dengan skill lanjutan sehingga dapat melakukan peningkatan skill hadrah sesuai dnegan harapan anggota kelompok hadrah Rt 6 Masjid Miftakhul Jannah.</p> <p><strong>Keywords:</strong> Hadrah Al-banjari, Ibu-ibu RT 06 Desa Pacing, Pelatihan</p>2024-09-11T13:35:36+00:00Copyright (c) 2024 Jurnal Abdikarya Pembangunanhttps://jurnal.stiti-kp.ac.id/index.php/abdikarya/article/view/5652Upaya Pemanfaatan Kotoran Hewan Melalui Pelatihan Pembuatan Pupuk Bokashi Pada Anggota Kelompok Tani Gerih Ngawi2024-02-04T14:13:05+00:00Abdul Lathif Sasmito Aji Wibowoabdullatifsasmitoajiwibowo@gmail.comLintang Asmaul Iman Theoabdullatifsasmitoajiwibowo@gmail.comMuhammad Fadlillahabdullatifsasmitoajiwibowo@gmail.comSiti Fatimahabdullatifsasmitoajiwibowo@gmail.comUmiyatiabdullatifsasmitoajiwibowo@gmail.comAzizunnissak Hidayati Wahyunaabdullatifsasmitoajiwibowo@gmail.com<p><strong>Abstract</strong>: Incentive and massive use of chemical fertilizers has a negative impact on soil quality. Lack of attention to these problems causes environmental damage. This encourages the people of Siwalan Hamlet to reduce the use of inorganic fertilizers and switch to using organic fertilizers. Community service activities are carried out with PAR (Participatory Action Research). The Agricultural Technology Research and Assessment Installation (IPPTP) socializes and develops a technique for making organic fertilizer in the form of bokashi. Residents are enthusiastic about taking part in the training because of the double benefits of using animal waste to keep the environment clean and reduce fertilizer costs. Meanwhile, the lack of time to carry out assistance results in a lack of detailed explanations about the quality of fertilizer produced by residents, thus requiring ongoing follow-up activities.</p> <p> </p> <p><strong>Keywords: </strong>Bokashi, Organic Fertilizer, Soil, Training</p> <p> </p> <p><strong>Abstrak</strong>: Penggunaan pupuk kimia secara insentif serta masif berakibat buruk terhadap kualitas tanah. Kurangnya perhatian terhadap permasalahan tersebut menimbulkan kerusakan lingkungan. Hal ini mendorong masyarakat Dusun Siwalan untuk mengurangi penggunaan pupuk anorganik dan beralih menggunakan pupuk organik. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan dengan PAR (Participatory Action Research). Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian (IPPTP) mensosialisaikan dan mengembangkan salah satu teknik pembuatan pupuk organik berupa bokashi. Warga bersemangat mengikuti pelatihan karena adanya keuntungan ganda dalam memanfaatkan kotoran hewan dalam menjaga kebersihan lingkungan dan mengurangi biaya pupuk. Sedangkan kurangnya waktu pelaksanaan pedampingan menyebabkan kurangnya penjelasan secara detail tentang kualitas pupuk yang dihasilkan warga sehingga memerlukan tindak lanjut kegiatan yang berkelanjutan.</p> <p> </p> <p><strong>Keywords: </strong>Bokashi, Pelatihan, Pupuk Organik, Tanah</p> <p> </p>2024-02-03T15:32:43+00:00Copyright (c) 2024 Jurnal Abdikarya Pembangunanhttps://jurnal.stiti-kp.ac.id/index.php/abdikarya/article/view/5651Peningkatan Pengetahuan Demam Berdarah Santri Melalui Penyuluhan Pencegahan Demam Berdarah Di TPA Ash-Sholeh2024-02-01T12:47:50+00:00Irvan Romdaniirvanromdani@gmail.comAyu Apriliyaayuap470@gmail.comFauzi Anwar Hidayatayuap470@gmail.comSitiayuap470@gmail.comSamsul Hadiayuap470@gmail.com<p><strong>Abstract</strong>:The emergence of cases of death due to dengue fever has caused anxiety and concern among residents about the high possibility of contracting dengue fever. There is a desire to immediately start real efforts to prevent this, especially in the TPA environment where there are many children who are studying the Koran. Apart from increasing students' knowledge and understanding of dengue fever prevention, this movement aims to maintain the continuity of the teaching and learning process so that it can run smoothly. Children can still learn the Al-Quran and explore the real values of living together with their environment. Service Uses the PAR method so that service members, students and the community actively make changes determined together. Dengue fever prevention outreach activities can increase students' knowledge and understanding of dengue fever material. Increased knowledge of dengue fever by 37.5%, knowledge of the characteristics of the Aedes aegypti mosquito by 48.67% and the time when mosquitoes attack humans by 31.25%. Changes in knowledge and understanding occur due to the involvement of parents in counseling activities and the use of learning multimedia so that information is more easily absorbed. The question and answer process guided by the presenter and the involvement of parents further increased the students' understanding of the material on dengue fever prevention. This encourages students' enthusiasm to use their knowledge to protect themselves and their environment from dengue fever. Furthermore, it is necessary to carry out practical activities to protect oneself and the environment at school and at home so that students can have a real impact in preventing dengue fever.</p> <p> </p> <p><strong>Keywords</strong>: Children, Dengue Fever, Extension Program, Santri, Knowledge,</p> <p> </p> <p><strong>Abstrak</strong>: Munculnya kasus kematian akibat demam berdarah menimbulkan keresahan dan kekhawatiran warga terhadap tingginya kemungkinan terjangkit demam berdarah. Terdapat keinginan untuk segera memulai upaya nyata pencegahan tersebut, terutama di lingkungan TPA yang banyak terdapat anak-anak yang sedang belajar Al-Qur;an. Selain peningkatan pengetahuan dan pemahaman santr I terhadap pencegahan demam berdarah, gerakan ini bertujuan menjaga keberlangsungan pelaksanaan proses belajar mengajar sehingga dapat berjalan lancar. Anak-anak tetap dapat belajar Al-Qura’n dan mendalami nilai-nili hidup bersama dengan lingkungannya secara nyata. Pengabdian Menggunakan metode PAR supaya pihak pengabdi, santri dan masyarakat aktif melakukan perubahan yang ditetapkan bersama. Kegiatan penyuluhan pencegahan demam berdarah dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman santri terhadap materi penyakit demam berdarah. Peningkatan pengetahuan demam berdarah sebesar 37.5%, pengetahuan ciri-ciri nyamuk <em>Aedes aegypti</em> 48,67%dan waktu kapan nyamuk menyerang manusia 31.25%. Perubahan pengetahuan dan pemahaman terjadi karena adanya keterlibatan orang tua dalam kegiatan penyuluhan dan penggunaan multimedia pembelajaran sehingga informasi lebih mudah diserap. Proses tanya jawab yang dipandu pemateri dan keterlibatan orang tua semakin menambah pemahaman santri terhadap materi pencegahan demam berdarah. Hal ini mendorong semangat santri untuk menggunakan pengetahuannya dalam menjaga diri dan lingkungannya dari penyakit demam berdarah. Selanjutnya diperlukan kegiatan praktik menjaga diri dan lingkungan yang dilakukan di sekolah dan di rumah sehingga santri mendapatkan dampak nyata dalam pencegahan demam berdarah.</p> <p><strong> </strong></p> <p><strong>Keywords</strong>:Anak, Demam Berdarah, Pengetahuan, Penyuluhan, Santri.</p> <p> </p>2024-02-01T12:20:16+00:00Copyright (c) 2024 Jurnal Abdikarya Pembangunan