Pemberdayaan Masyarakat Melalui Sosialisasi Budidaya Jangkrik Sebagai Alternatif Ekonomi Mandiri Di Desa Rejomulyo, Karangjati, Ngawi
Abstract
Abstract: Cricket cultivation is a potential independent economic alternative for the people of Rejomulyo Village, Karangjati District, Ngawi Regency. This service uses the Asset-Based Community Development (ABCD) approach to explore the local potential that can be optimized in the development of cricket cultivation businesses. The results showed that the community has assets in the form of supportive natural resources, such as a suitable environment for cricket cultivation, as well as human resources that have a high entrepreneurial spirit. In addition, social networks and existing farmer communities are supporting factors in sharing knowledge and experience. Cricket farming has proven to have a significant economic impact, especially in increasing community income with relatively small capital and low-risk levels. However, some obstacles are still faced, such as fluctuations in selling prices and limited market access. With the ABCD approach, local potential can be maximized through socialization, training, mentoring, and strengthening marketing networks, so that cricket farming can develop sustainably and become a more stable source of livelihood for the village community.
Keywords: Cicada Farming, Self-Sustaining Economy, Asset-Based Community Development
Abstract: Budidaya jangkrik menjadi alternatif ekonomi mandiri yang potensial bagi masyarakat Desa Rejomulyo, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi. Pengabdian ini menggunakan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) untuk menggali potensi lokal yang dapat dioptimalkan dalam pengembangan usaha budidaya jangkrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat memiliki aset berupa sumber daya alam yang mendukung, seperti lingkungan yang cocok untuk budidaya jangkrik, serta sumber daya manusia yang memiliki semangat kewirausahaan tinggi. Selain itu, jejaring sosial dan komunitas peternak yang ada menjadi faktor pendukung dalam berbagi pengetahuan dan pengalaman. Budidaya jangkrik terbukti memberikan dampak ekonomi yang signifikan, terutama dalam meningkatkan pendapatan masyarakat dengan modal yang relatif kecil dan tingkat risiko yang rendah. Namun, beberapa kendala masih dihadapi, seperti fluktuasi harga jual dan keterbatasan akses pasar. Dengan pendekatan ABCD, potensi lokal dapat dimaksimalkan melalui sosiolisasi, pelatihan, pendampingan, serta penguatan jaringan pemasaran, sehingga usaha budidaya jangkrik dapat berkembang secara berkelanjutan dan menjadi sumber penghidupan yang lebih stabil bagi masyarakat desa.
Keywords : Budidaya Jangkrik, Ekonomi Mandiri, Asset-Based Community Development
References
Aprina, Budi, Anthon Rudy, Mr Ruspendi, Mr Rusmalah, and Fredi Dwi Ibnu. “Budidaya Jangkrik Untuk Meningkatkan Produktivitas Remaja Di RW 007 Perumahan Benua Indah Kelurahan Pabuaran Tumpeng.†ADIBRATA Jurnal 1, no. 1 (November 17, 2021). https://openjournal.unpam.ac.id/index.php/adt/article/view/12797.
Armansyah, Verika, and Maria Tri Handayani. “Pemanfaatan Potensi Di Desa Cibanteng Untuk Integrasi Pertanian-Peternakan ‘Budidaya Jangkrik.’†Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat 2, no. 1 (February 10, 2020): 108–16.
Cricket Farming in Indonesia: Challenge and Opportunity. 1. Auflage. Saarbrücken: LAP LAMBERT Academic Publishing, 2016.
Endah, Kiki. “PEMBERDAYAAN MASYARAKAT : MENGGALI POTENSI LOKAL DESA.†Moderat: Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan 6, no. 1 (February 29, 2020): 135–43. https://doi.org/10.25157/moderat.v6i1.3319.
Prabawati, Ratna. “PERTUMBUHAN JANGKRIK HITAM (Gryllus Mitratus L.) DENGAN PEMBERIAN PAKAN DAUN SAWI (Brassica Chinensis L.).†Biolearning Journal 7, no. 1 (July 25, 2020): 20–24. https://doi.org/10.36232/jurnalbiolearning.v7i1.508.
Safitri, Unna Ria, ENJELIA, Muhammad Andriyanto, and Nunung Astuti. “BUDIDAYA JANGKRIK UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS DAN SUMBER DAYA MANUSIA DI SUROBAYAN, BOYOLALI, JAWA TENGAH.†KRIDA CENDEKIA 3, no. 03 (January 23, 2025). https://kridacendekia.com/index.php/jkc/article/view/251.
Samsiyah, Siti, Annisa Febriani Rachmawan, Taufik Ardiansyah, Adela Permata Sari, Lailatul Mas’ulah, Khikmatul Kiroma, and Anita Hayatun Nufus. “STRATEGI KEBERHASILAN BUDI DAYA JANGKRIK (Studi Kasus Pelaku Peternak Jangkrik di Desa Ploso, Kecamatan Krembung, Kabupaten Sidoarjo)†05, no. 02 (2023).
Sutariyono, Sutariyono, Joned Ceilendra Saksana, Fisy Amalia, Neila Aisha, Patria Adiguna, Syafran Nurrahman, Tuti Herawati, Tohiroh Tohiroh, and A. Saefullah. “Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Melalui Budidaya Jangkrik Di Kota Tangerang Selatan.†Journal of Community Research & Engagement 1, no. 1 (July 31, 2024): 11–22. https://doi.org/10.60023/k6k9qn20.
Yusdira, Ade, Syarif Hidayatullah, and Tim Krotobond. Budi Daya Jangkrik. AgroMedia, 2016.
Copyright (c) 2025 Jurnal Abdikarya Pembangunan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
.png)
1.png)


